Makalah kerangka karangan ala anak fisika
TUGAS
KELOMPOK
MAKALAH
KERANGKA
KARANGAN
DISUSUN
OLEH:
NI
LUH SRI MAHARANI
DINA
SARLINA FAOTH
INDRA
WATI
MOH.ISMAIL.B
JURUSAN
FISIKA
FAKULTAS
MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS
TADULAKO
2014/2015
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga berhasil menyelesaikan makalah ini, dengan baik dan tepat waktu.
Makalah ini berisikan tentang
informasi tentang Kerangka Karangan yang biasa digunakan oleh orang-orang ntuk
melakukan penulisan sebuah karangan.
Kami selaku penulis makalah ini , mengetahui bahwa makalah ini masih
sangat banyak memiliki kekurangan baik dari segi materi, maupun tata cara
penyusunan bahasanya, sehingga saya dengan segala kerendahan hati menerima
segala kritik dan saran yang membangun dari segenap pembaca guna mencapai
kesempurnaan makalah ini
Di harapkan agar semoga makalah
ini dapat bermanfaat untuk semua pembaca, dan semoga Tuhan meridhai segala
usaha kita semua.
Palu, 7April 2015
Penyusun
DAFTAR
ISI
Kata Pengantar................................................................................................... i
Daftar Isi............................................................................................................ ii
BAB
I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang........................................................................................
1.2. Rumusan
Masalah...................................................................................
1.3. Tujuan......................................................................................................
BAB
II PEMBAHASAN
2.1. Pengertian
Kerangka Karangan..............................................................
2.2. Manfaat Pembuatan
Kerangka Karangan...............................................
2.3. Susunan Kerangka
Karangan..................................................................
2.4. Macam-macam Kerangka
Karangan.......................................................
2.5. Syarat danUrutan
Pembuatan Kerangaka Karangan ………………….
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan ..............................................................................................
3.2
Saran.........................................................................................................
DAFTAR
PUSTAKA...................................................................................... iii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Bahasa adalah alat komunikasi yang digunakan oleh manusia
dengan sesame anggota masyarakat lainnya. Bahasa itu berisi pikiran, keinginan,
perasaan yang ada pada diri si pembicara. Bahasa yang digunakan hendaknya
dapatmendukung secara jelas apa yang dipikirkan, diinginkan sehinggadapat
diterima oleh si pendengar dengan baik.
Pada umumnya kerangka karangan
merupakan rencana garis besar pembuatan suatu karangan yang telah disusun
secara teratur. Kerangka karangan yang belum final biasa disebut dengan outline
sementara, sedangkan kerangka karangan yang sudah tersusun rapid dan lengka
disebut dengan outline final.
Di dalam bahasa Indonesia penulisan
kerangka karangan dapat membantu penulis untuk melihat gagasan-gagasan dalam
sekilas pandang, sehingga dapat terlihat apakah gagasan-gagasan tersebut telah
tepat atau belum.
Kerangka karangan merupakan suatu
miniature dari sebuah karangan, dalam bentuk miniature tersebut karangan dapat
diteliti,dianalisis, dan dipertimbangkan secara menyeluruh, bukan secara terpisah.
1.2 Rumusan
Masalah
Adapun rumusan masalah dalam makalah ini adalah:
1. Apa yang dimaksud dengan kerangka
karangan?
2. Apa manfaat dari pembuatan kerangka
karangan?
3. Bagaimana pola sususan dari kerangka
karangan?
4. Apa saja macam-macam kerangka
karangan?
5. Apa saja syarat dan urutan pembuatan
kerangka karangan?
1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari pembentukkan makalah ini adalah:
1.
Untuk
mengetahui pengertian kerangka karangan.
2.
Untuk
mengetahui manfaat pembuatan kerangka karangan.
3.
Untuk
mengetahui susunan dari kerangka karangan.
4.
Untuk
mengetahui macam-macam kerangka karangan.
5.
Untuk
mengetahui syaratdan urutan pembuatan kerangka karangan.
1.3 Manfaat
Adapun manfaat dari
pembuatan makalah ini adalah:
1.
Mahasiswa
dapat mengetahui pengertian kerangka karangan.
2.
Mahasiswa
dapat mengetahui manfaat pembuatan kerangka karangan.
3.
Mahasiswa
dapat mengetahui susunan kerangka karangan.
4.
Mahasiswa
dapat mengetahui macam-macam kerangka karangan
5.
Mahasiswa
dapat mengetahui syarat dan urutan pembuatan karangan.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1
Pengertian Kerangka Karangan
Karangan merupakan karya
tulis hasil dari kegiatan seseorang untuk mengungkapkan gagasan dan
menyampaikanya melalui bahasa tulis kepada pembaca untuk dipahami. Lima jenis
karangan yang umum dijumpai dalam keseharian adalah narasi, deskripsi,
eksposisi, argumentasi, dan persuasi. Didalam membuat suat karangan tentunya
sangat diperlukan penyusunan kerangka karangan agar karangan dapat lebih mudah
dibuat dan dikembangkan.
Kerangka karangan adalah rencana
teratur tentang pembagian dan penyusunan gagasan. Kerangka karangan yang belum
final di sebut outline sementara sedangkan kerangka karangan yang sudah tersusun
rapi dan lengkap disebutoutlinefinal.
Kerangka karangan merupakan suatu rencana kerja yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan atau tulisan yang akan ditulis atau dibahas,susunan sistematis dari pikiran-pikiran utama dan pikiran-pikiran penjelas yang akan menjadi pokok tulisan.
Kerangka karangan merupakan suatu rencana kerja yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan atau tulisan yang akan ditulis atau dibahas,susunan sistematis dari pikiran-pikiran utama dan pikiran-pikiran penjelas yang akan menjadi pokok tulisan.
Kerangka karangan merupakan suatu
rencana kerja yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan atau tulisan
yang akan ditulis atau dibahas, susunan sistematis dari pikiran-pikiran utama
dan pikiran-pikiran penjelas yang akan menjadi pokok tulisan, atau dapat juga
didefinisikan sebagai satu metode dalam pembuatan karangan yang mana topiknya
dipecah kedalam sub-sub topic.
2.2 Manfaat Pembuatan
Kerangka Karangan
a. Untuk menjamin
penulisan bersifat konseptual, menyeluruh, dan terarah.
b. Untuk menyusun karangan secara teratur.
Kerangka karangan membantu penulis untuk melihat gagasan-gagasan dalam sekilas
pandang, sehingga dapat dipastikan apakah susunan dan hubungan timbal-balik
antara gagasan-gagasan itu sudah tepat, apakah gagasan-gagasan itu sudah
disajikan dengan baik, harmonis dalam perimbangannya.
c. Memudahkan penulis
menciptakan klimaks yang berbeda-beda. Setiap tulisan dikembangkan menuju ke
satu klimaks tertentu. Namun sebelum mencapai klimaks dari seluruh karangan
itu, terdapat sejumlah bagian yang berbeda-beda kepentingannya terhadap klimaks
utama tadi. Tiap bagian juga mempunyai klimaks tersendiri dalam bagiannya.
Supaya pembaca dapat terpikat secara terus menerus menuju kepada klimaks utama,
maka susunan bagian-bagian harus diatur pula sekian macam sehingga tercapai
klimaks yang berbeda-beda yang dapat memikat perhatian pembaca.
d. Menghindari penggarapan
topik dua kali atau lebih. Ada kemungkinan suatu bagian perlu dibicarakan dua
kali atau lebih, sesuai kebutuhan tiap bagian dari karangan itu. Namun
penggarapan suatu topik sampai dua kali atau lebih tidak perlu, karena hal itu
hanya akan membawa efek yang tidak menguntungkan; misalnya, bila penulis tidak
sadar betul maka pendapatnya mengenai topik yang sama pada bagian terdahulu
berbeda dengan yang diutarakan pada bagian kemudian, atau bahkan bertentangan
satu sama lain. Hal yang demikian ini tidak dapat diterima. Di pihak lain
menggarap suatu topik lebih dari satu kali hanya membuang waktu, tenaga, dan
materi. Kalau memang tidak dapat dihindari maka penulis harus menetapkan pada
bagian mana topik tadi akan diuraikan, sedangkan di bagian lain cukup dengan
menunjuk kepada bagian tadi.
e. Memudahkan penulis mencari materi pembantu.
Dengan mempergunakan rincian-rincian dalam kerangka karangan penulis akan
dengan mudah mencari data-data atau fakta-fakta untuk memperjelas atau
membuktikan pendapatnya. Atau data dan fakta yang telah dikumpulkan itu akan dipergunakan
di bagian manadalamkarangannyaitu.
Bila seorang pembaca kelak menghadapi karangan yang telah siap, ia dapat menyusutkan kembali kepada kerangka karangan yang hakekatnya sama dengan apa yang telah dibuat penggarapnya. Dengan penyusutan ini pembaca akan melihat wujud, gagasan, struktur, serta nilai umum dari karangan itu. Kerangka karangan merupakan miniatur atau prototipe dari sebuah karangan. Dalam bentuk miniatur ini karangan tersebut dapat diteliti, dianalisis, dan dipertimbangkan secara menyelurih, bukan secara terlepas-lepas.
Bila seorang pembaca kelak menghadapi karangan yang telah siap, ia dapat menyusutkan kembali kepada kerangka karangan yang hakekatnya sama dengan apa yang telah dibuat penggarapnya. Dengan penyusutan ini pembaca akan melihat wujud, gagasan, struktur, serta nilai umum dari karangan itu. Kerangka karangan merupakan miniatur atau prototipe dari sebuah karangan. Dalam bentuk miniatur ini karangan tersebut dapat diteliti, dianalisis, dan dipertimbangkan secara menyelurih, bukan secara terlepas-lepas.
3.1 Susunan
Kerangka Karangan
Secara garis besar, pola kerangka karangan dibagi menjadi dua yaitu pola
alamiah dan pola logis, berikut akan di jelaskan secara singkat pola susunan
kerangka karangan.
1. Pola Alamiah
Merupakan suatu urutan unit–unit kerangka karangan sesuai dengan keadaan yang nyata di alam. Disebut pola alamiah karena memakai pendekatan berdasarkan faktor alamiah yang esensial. Pola alamiah mengikuti keadaan alam yang berdimensi ruang dan waktu.
Pola alamiah dapat terbagi menjadi 3 yaitu :
Merupakan suatu urutan unit–unit kerangka karangan sesuai dengan keadaan yang nyata di alam. Disebut pola alamiah karena memakai pendekatan berdasarkan faktor alamiah yang esensial. Pola alamiah mengikuti keadaan alam yang berdimensi ruang dan waktu.
Pola alamiah dapat terbagi menjadi 3 yaitu :
a. Kronologis (waktu)
Urutan yang di dasarkan pada runtunan peristiwa atau tahap-tahap kejadian. Biasanya tulisan seperti ini kurang menarik minat pembaca.
Contohnya :
Urutan yang di dasarkan pada runtunan peristiwa atau tahap-tahap kejadian. Biasanya tulisan seperti ini kurang menarik minat pembaca.
Contohnya :
1.Topik (riwayat hidup seorang penulis)
2.asal usul penulis
3.pendidikan si penulis
4.kondisi kehidupan penulis
5.keinginan penulis
6.karir penulis
2.asal usul penulis
3.pendidikan si penulis
4.kondisi kehidupan penulis
5.keinginan penulis
6.karir penulis
b. Spasial (ruang)
Landasan yang paling penting, bila topik yang di uraikan mempunyai pertalian yang sangat erat dengan ruang atau tempat . Urutan ini biasanya di gunakan dalam tulisan–tulisan yang bersifat deskriptif .
Contohnya : Topik (hutan yang sering mengalami kebakaran)
· Di daerah Kalimantan
· Di daerah Sulawesi
· Di daerah Sumatra
Landasan yang paling penting, bila topik yang di uraikan mempunyai pertalian yang sangat erat dengan ruang atau tempat . Urutan ini biasanya di gunakan dalam tulisan–tulisan yang bersifat deskriptif .
Contohnya : Topik (hutan yang sering mengalami kebakaran)
· Di daerah Kalimantan
· Di daerah Sulawesi
· Di daerah Sumatra
c. Topik yang ada
Suatu pola peralihan yang dapat di masukkan dalam pola alamiah adalah urutan berdasarkan topik yang ada . Suatu peristiwa sudah di kenal dengan bagian–bagian tertentu . Untuk menggambarkan hal tersebut secara lengkap, mau tidak mau bagian–bagian itu harus di jelaskan berturut–turut dalam karangan itu, tanpa mempersoalkan bagian mana lebih penting dari lainnya, tanpa memberi tanggapan atas bagian–bagiannya itu.
Suatu pola peralihan yang dapat di masukkan dalam pola alamiah adalah urutan berdasarkan topik yang ada . Suatu peristiwa sudah di kenal dengan bagian–bagian tertentu . Untuk menggambarkan hal tersebut secara lengkap, mau tidak mau bagian–bagian itu harus di jelaskan berturut–turut dalam karangan itu, tanpa mempersoalkan bagian mana lebih penting dari lainnya, tanpa memberi tanggapan atas bagian–bagiannya itu.
2. Pola Logis
Tanggapan yang sesuai dengan jalan pikiran untuk menemukan landasan bagi setiap persoalan, mampu di tuang dalam suatu susunan atau urutan logis . Urutan logis sama sekali tidak ada hubungan dengan suatu ciri yang intern dalam materinya, tetapi erat dengan tanggapan penulis.
Dinamakan pola logis karena memakai pendekatan berdasarkan jalan pikir atau cara pikir manusia yang selalu mengamati sesuatu berdasarkan logika. Pola logis dapat dibagi menjadi 6, yaitu :
Tanggapan yang sesuai dengan jalan pikiran untuk menemukan landasan bagi setiap persoalan, mampu di tuang dalam suatu susunan atau urutan logis . Urutan logis sama sekali tidak ada hubungan dengan suatu ciri yang intern dalam materinya, tetapi erat dengan tanggapan penulis.
Dinamakan pola logis karena memakai pendekatan berdasarkan jalan pikir atau cara pikir manusia yang selalu mengamati sesuatu berdasarkan logika. Pola logis dapat dibagi menjadi 6, yaitu :
a. Klimaks dan Antiklimaks
Urutan ini timbul sebagai tanggapan penulis yang berpendirian bahwa posisi tertentu dari suatu rangkaian merupakan posisi yang paling tinggi kedudukannya atau yang paling menonjol.
Contoh : Topik (turunnya Suharto)
1. Keresahan masyarakat
2.Merajalela nya praktek KKN
3.Keresahan masyarakat
4.Kerusuhan social
5.Tuntutan reformasi menggema
Urutan ini timbul sebagai tanggapan penulis yang berpendirian bahwa posisi tertentu dari suatu rangkaian merupakan posisi yang paling tinggi kedudukannya atau yang paling menonjol.
Contoh : Topik (turunnya Suharto)
1. Keresahan masyarakat
2.Merajalela nya praktek KKN
3.Keresahan masyarakat
4.Kerusuhan social
5.Tuntutan reformasi menggema
b. Kausal
Mencakup dua pola yaitu urutan dari sebab ke akibat dan urutan akibat ke sebab . Pada pola pertama suatu masalah di anggap sebagai sebab, yang kemudian di lanjutkan dengan perincian–perincian yang menelusuri akibat–akibat yang mungkin terjadi. Urutan ini sangat efektif dalam penulisan sejarah atau dalam membicarakan persoalan–persoalan yang di hadapi umat manusia pada umumnya.
Contoh : Topik (krisis moneter melanda tanah air)
1.Tingginya harga bahan pangan
2.Penyebab krisis moneter
3.Dampak terjadi krisis moneter
4.Solusi pemecahan masalah krisis moneter
Mencakup dua pola yaitu urutan dari sebab ke akibat dan urutan akibat ke sebab . Pada pola pertama suatu masalah di anggap sebagai sebab, yang kemudian di lanjutkan dengan perincian–perincian yang menelusuri akibat–akibat yang mungkin terjadi. Urutan ini sangat efektif dalam penulisan sejarah atau dalam membicarakan persoalan–persoalan yang di hadapi umat manusia pada umumnya.
Contoh : Topik (krisis moneter melanda tanah air)
1.Tingginya harga bahan pangan
2.Penyebab krisis moneter
3.Dampak terjadi krisis moneter
4.Solusi pemecahan masalah krisis moneter
c. Pemecahan Masalah
Di mulai dari suatu masalah tertentu, kemudian bergerak menuju kesimpulan umum atau pemecahan atas masalah tersebut . Sekurang-kurangnya uraian yang mempergunakan landasan pemecahan masalah terdiri dari tiga bagian utama, yaitu deskripsi mengenai peristiwa atau persoalan tadi, dan akhirnya alternatif–alternatif untuk jalan keluar dari masalah yang di hadapi tersebut.
Contoh : Topik (virus flu babi / H1N1 dan upaya penanggulangannya)
1. Apa itu virusH1N1
2. Bahaya virus H1N1
3. Cara penanggulangannya
Di mulai dari suatu masalah tertentu, kemudian bergerak menuju kesimpulan umum atau pemecahan atas masalah tersebut . Sekurang-kurangnya uraian yang mempergunakan landasan pemecahan masalah terdiri dari tiga bagian utama, yaitu deskripsi mengenai peristiwa atau persoalan tadi, dan akhirnya alternatif–alternatif untuk jalan keluar dari masalah yang di hadapi tersebut.
Contoh : Topik (virus flu babi / H1N1 dan upaya penanggulangannya)
1. Apa itu virusH1N1
2. Bahaya virus H1N1
3. Cara penanggulangannya
d. Umum khusus
Dimulai dari pembahasan topik secara menyeluruh (umum), lalu di ikuti dengan pembahasan secara terperinci (khusus).
Contoh : Topik (pengaruh internet)
· Para pangguna internet
1 Anak–anak
2 Remaja
3 Dewasa
· Manfaat internet
1 Media informasi
2 Bisnis
4 Jaringan social
5 Dan lain–lain
Dimulai dari pembahasan topik secara menyeluruh (umum), lalu di ikuti dengan pembahasan secara terperinci (khusus).
Contoh : Topik (pengaruh internet)
· Para pangguna internet
1 Anak–anak
2 Remaja
3 Dewasa
· Manfaat internet
1 Media informasi
2 Bisnis
4 Jaringan social
5 Dan lain–lain
e. Familiaritas
Urutan familiaritas dimulai dengan mengemukakan sesuatu yang sudah di kenal, kemudian berangsur–angsur pindah kepada hal–hal yang kurang di kenal atau belum di kenal. Dalam keadaan–keadaan tertentu cara ini misalnya di terapkan dengan mempergunakan analogi.
Urutan familiaritas dimulai dengan mengemukakan sesuatu yang sudah di kenal, kemudian berangsur–angsur pindah kepada hal–hal yang kurang di kenal atau belum di kenal. Dalam keadaan–keadaan tertentu cara ini misalnya di terapkan dengan mempergunakan analogi.
f. Akseptabilitas
Urutan akseptabilitas mirip dengan urutan familiaritas. Bila urutan familiaritas mempersoalkan apakah suatu barang atau hal sudah dikenal atau tidak oleh pembaca, maka urutan akseptabilitas mempersoalkan apakah suatu gagasan di terima atau tidak oleh para pembaca, apakah suatu pendapat di setujui atau tidak oleh para pembaca
Urutan akseptabilitas mirip dengan urutan familiaritas. Bila urutan familiaritas mempersoalkan apakah suatu barang atau hal sudah dikenal atau tidak oleh pembaca, maka urutan akseptabilitas mempersoalkan apakah suatu gagasan di terima atau tidak oleh para pembaca, apakah suatu pendapat di setujui atau tidak oleh para pembaca
4. Macam-Macam Kerangka Karangan
A. Berdasar Sifat Rinciannya:
1) Kerangka Karangan
Sementara / Non-formal
Cukup terdiri atas dua tingkat, dengan alasan:
a) Topiknya tidak kompleks
b) Akan segera digarap
Cukup terdiri atas dua tingkat, dengan alasan:
a) Topiknya tidak kompleks
b) Akan segera digarap
2) Kerangka Karangan
Formal:
Terdiri atas tiga tingkat, dengan alasan:
a) Topiknya sangat kompleks
b) Topiknya sederhana, tetapi tidak segera digarap
Terdiri atas tiga tingkat, dengan alasan:
a) Topiknya sangat kompleks
b) Topiknya sederhana, tetapi tidak segera digarap
B. Berdasar Perumusan Teksnya
1) Kerangka Kalimat
2) Kerangka Topik
3) Gabungan antara Kerangka Kalimat dan Kerangka Topik
1) Kerangka Kalimat
2) Kerangka Topik
3) Gabungan antara Kerangka Kalimat dan Kerangka Topik
5.Syarat dan Urutan Pembuatan Karangan
Adapun syarat-syarat
membuat karangan yang baik dan benar adalah sbb:
a. Tesis atau
pengungkapan maksud harus jelas.Pilihlah topik yang merupakan hal yang khas, kemudian tentukan tujuan yang Jelas.
Kemudian buatlah tesis atau pengungkapan maksud.
b. Tiap unit hanya
mengandung satu gagasan.
Bila satu unit terdapat lebih dari satu gagasan, maka unit tersebut harus dirinci.
Bila satu unit terdapat lebih dari satu gagasan, maka unit tersebut harus dirinci.
c. Pokok-pokok dalam
kerangka karangan harus disusun secara logis, sehingga rangkaian ide atau
pikiran itu tergambar jelas.
d. Harus menggunakan
simbol yang konsisten.
Pada dasarnya untuk menyusun karangan dibutuhkan langkah-langkah awal untuk membentuk kebiasaan teratur dan sistematis yang memudahkan kita dalam mengembangkan karangan.
Pada dasarnya untuk menyusun karangan dibutuhkan langkah-langkah awal untuk membentuk kebiasaan teratur dan sistematis yang memudahkan kita dalam mengembangkan karangan.
Langkah-langkah
menyusun karangan satu per satu:
1. Menentukan tema dan
judul
Tema adalah pokok persoalan, permasalahan, atau pokok pembicaraan yang mendasari suatu karangan.
Judul adalah kepala karangan. Misalkan tema cakupannya lebih besar dan menyangkut pada persoalan yang diangkat sedangkan judul lebih pada penjelasan awal (penunjuk singkat) isi karangan yang akan ditulis.
Tema adalah pokok persoalan, permasalahan, atau pokok pembicaraan yang mendasari suatu karangan.
Judul adalah kepala karangan. Misalkan tema cakupannya lebih besar dan menyangkut pada persoalan yang diangkat sedangkan judul lebih pada penjelasan awal (penunjuk singkat) isi karangan yang akan ditulis.
2. Mengumpulkan bahan
Bahan yang menjadi bekal dalam menunjukkan eksistensi tulisan, banyak cara mengumpulkannya, masing-masing penulis mempunyai cara masing - masing sesuai juga dengan tujuan tulisannya.
Bahan yang menjadi bekal dalam menunjukkan eksistensi tulisan, banyak cara mengumpulkannya, masing-masing penulis mempunyai cara masing - masing sesuai juga dengan tujuan tulisannya.
3. Menyeleksi bahan
Agar tidak terlalu bias dan abstrak, perlu dipilih bahan-bahan yang sesuai dengan tema pembahasan. polanya melalui klarifikasi tingkat urgensi bahan yang telah dikumpulkan dengan teliti dan sistematis.
Berikut ini petunjuk – petunjuknya :
1. Catat hal penting semampunya.
2. Jadikan membaca sebagai kebutuhan.
3. Banyak diskusi, dan mengikuti kegiatan-kegiatan ilmiah.
Agar tidak terlalu bias dan abstrak, perlu dipilih bahan-bahan yang sesuai dengan tema pembahasan. polanya melalui klarifikasi tingkat urgensi bahan yang telah dikumpulkan dengan teliti dan sistematis.
Berikut ini petunjuk – petunjuknya :
1. Catat hal penting semampunya.
2. Jadikan membaca sebagai kebutuhan.
3. Banyak diskusi, dan mengikuti kegiatan-kegiatan ilmiah.
4. Membuat kerangka
Kerangka karangan menguraikan tiap topik atau masalah menjadi beberapa bahasan yang lebih fokus dan terukur.
Kerangka karangan belum tentu sama dengan daftar isi, atau uraian per bab. kerangka ini merupakan catatan kecil yang sewaktu-waktu dapat berubah dengan tujuan untuk mencapai tahap yang sempurna.
Berikut fungsi kerangka karangan :
a) Memudahkan pengelolaan susunan karangan agar teratur dan sistematis
b) Memudahkan penulis dalam menguraikan setiap permasalahan
c) Membantu menyeleksi materi yang penting maupun yang tidak penting
Tahapan dalam menyusun kerangka karangan :
a) Mencatat gagasan. Alat yang mudah digunakan adalah pohon pikiran (diagram yang menjelaskan gagasan-gagasan yang timbul).
b) Mengatur urutan gagasan.
c) Memeriksa kembali yang telah diatur dalam bab dan subbab.
d) Membuat kerangka yang terperinci dan lengkap
Kerangka karangan yang baik adalah kerangka yang urut dan logis karena bila terdapat ide yang bersilangan, akan mempersulit proses pengembangan karangan. (karangan tidak mengalir).
Kerangka karangan menguraikan tiap topik atau masalah menjadi beberapa bahasan yang lebih fokus dan terukur.
Kerangka karangan belum tentu sama dengan daftar isi, atau uraian per bab. kerangka ini merupakan catatan kecil yang sewaktu-waktu dapat berubah dengan tujuan untuk mencapai tahap yang sempurna.
Berikut fungsi kerangka karangan :
a) Memudahkan pengelolaan susunan karangan agar teratur dan sistematis
b) Memudahkan penulis dalam menguraikan setiap permasalahan
c) Membantu menyeleksi materi yang penting maupun yang tidak penting
Tahapan dalam menyusun kerangka karangan :
a) Mencatat gagasan. Alat yang mudah digunakan adalah pohon pikiran (diagram yang menjelaskan gagasan-gagasan yang timbul).
b) Mengatur urutan gagasan.
c) Memeriksa kembali yang telah diatur dalam bab dan subbab.
d) Membuat kerangka yang terperinci dan lengkap
Kerangka karangan yang baik adalah kerangka yang urut dan logis karena bila terdapat ide yang bersilangan, akan mempersulit proses pengembangan karangan. (karangan tidak mengalir).
5. Mengembangkan
kerangka karangan
Proses pengembangan karangan tergantung sepenuhnya pada penguasaan terhadap materi yang hendak ditulis. jika benar-benar memahami materi dengan baik, permasalahan dapat diangkat dengan kreatif, mengalir dan nyata.
Proses pengembangan karangan tergantung sepenuhnya pada penguasaan terhadap materi yang hendak ditulis. jika benar-benar memahami materi dengan baik, permasalahan dapat diangkat dengan kreatif, mengalir dan nyata.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari
pemaparan diatas adalah
1. Kerangka karangan
adalah rencana teratur tentang pembagian dan penyusunan gagasan.
2. Adapun manfaat
pembuatan kerangka karangan adalah:
a.untuk menjamin penulisan bersifat konseptual,menyeluruh,dan
terarah.
b. untuk menyusun karangan secara teratur.
c. memudahkan penulis menciptakan klimaks yang berbeda beda.
d. menghindari penggarapan topic dua kali atau lebih.
e. memudahkan penulis mencari materi pembantu.
3. Adapun pola
susunan kerangka karangan adalah:
1. Pola alamiah
2. Pola logis
4. syarat-syarat pembuatan karangan yang baik:
a. jelas
pengungkapan maksud
b. tiap
unitmengandung satu agagsan
c. pokok karangan
harus logis
d. menggunakan
symbol yang konsisiten
5. Langkah penyusunan
karangan
a. menetukan tema
b. menetukan bahan
c. membuat
kerangka
d. menyusun
kerangka
e. mengembangkan
kerangka
3.2 Saran
Makalah ini masih banyak memiliki kekurangan sehingga kedepannya
diharapkan bisa lebih baik lagi dalam menyusun makalah.
DAFTAR PUSTAKA
Tasai.
2006. Cermat
Berbahasa IndonesiaUntuk Perguruan Tinggi. Jakarta : CV
Akademika Pressindo.
W.
J. S Poerwadarminta. Bahasa Indonesia
untuk Karang Mengarang, cetakan ke-2. `1979. Arifin, E. Zaenal dan S.Amran
#precident_physic dkk.
Comments
Post a Comment