Makalah kerangka karangan ala anak fisika

TUGAS KELOMPOK
MAKALAH
KERANGKA KARANGAN

 

DISUSUN OLEH:
NI LUH SRI MAHARANI
DINA SARLINA FAOTH
INDRA WATI
MOH.ISMAIL.B



JURUSAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS TADULAKO
2014/2015







KATA PENGANTAR

            Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga  berhasil menyelesaikan makalah ini, dengan baik dan tepat waktu.
            Makalah ini berisikan tentang informasi tentang Kerangka Karangan yang biasa digunakan oleh orang-orang ntuk melakukan penulisan sebuah karangan.  Kami selaku penulis makalah ini , mengetahui bahwa makalah ini masih sangat banyak memiliki kekurangan baik dari segi materi, maupun tata cara penyusunan bahasanya, sehingga saya dengan segala kerendahan hati menerima segala kritik dan saran yang membangun dari segenap pembaca guna mencapai kesempurnaan makalah ini
             Di harapkan agar semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk semua pembaca, dan semoga Tuhan meridhai segala usaha kita semua.




                                                                               Palu, 7April 2015
                                   


                                   
                                                                                      Penyusun











DAFTAR ISI

        Kata Pengantar................................................................................................... i
        Daftar Isi............................................................................................................ ii
                                                                                    
        BAB I PENDAHULUAN 
                   1.1.       Latar Belakang........................................................................................
                   1.2.       Rumusan  Masalah...................................................................................
                   1.3.       Tujuan......................................................................................................

       BAB II PEMBAHASAN
             2.1. Pengertian Kerangka Karangan..............................................................
                 2.2. Manfaat Pembuatan Kerangka Karangan...............................................
                 2.3. Susunan Kerangka Karangan..................................................................
                 2.4. Macam-macam Kerangka Karangan.......................................................
                 2.5. Syarat danUrutan Pembuatan Kerangaka Karangan ………………….

         BAB III PENUTUP
                   3.1       Kesimpulan ..............................................................................................
                   3.2       Saran.........................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA...................................................................................... iii




BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
          Bahasa adalah alat komunikasi yang digunakan oleh manusia dengan sesame anggota masyarakat lainnya. Bahasa itu berisi pikiran, keinginan, perasaan yang ada pada diri si pembicara. Bahasa yang digunakan hendaknya dapatmendukung secara jelas apa yang dipikirkan, diinginkan sehinggadapat diterima oleh si pendengar dengan baik.
           Pada umumnya kerangka karangan merupakan rencana garis besar pembuatan suatu karangan yang telah disusun secara teratur. Kerangka karangan yang belum final biasa disebut dengan outline sementara, sedangkan kerangka karangan yang sudah tersusun rapid dan lengka disebut dengan outline final.
            Di dalam bahasa Indonesia penulisan kerangka karangan dapat membantu penulis untuk melihat gagasan-gagasan dalam sekilas pandang, sehingga dapat terlihat apakah gagasan-gagasan tersebut telah tepat atau belum.
             Kerangka karangan merupakan suatu miniature dari sebuah karangan, dalam bentuk miniature tersebut karangan dapat diteliti,dianalisis, dan dipertimbangkan secara menyeluruh, bukan secara terpisah.

1.2  Rumusan Masalah
           Adapun rumusan masalah dalam makalah ini adalah:
1.      Apa yang dimaksud dengan kerangka karangan?
2.      Apa manfaat dari pembuatan kerangka karangan?
3.      Bagaimana pola sususan dari kerangka karangan?
4.      Apa saja macam-macam kerangka karangan?
5.      Apa saja syarat dan urutan pembuatan kerangka karangan?



1.3 Tujuan
         Adapun tujuan dari pembentukkan makalah ini adalah:
1.      Untuk mengetahui pengertian kerangka karangan.
2.      Untuk mengetahui manfaat pembuatan kerangka karangan.
3.      Untuk mengetahui susunan dari kerangka karangan.
4.      Untuk mengetahui macam-macam kerangka karangan.
5.      Untuk mengetahui syaratdan urutan pembuatan kerangka karangan.

1.3  Manfaat
         Adapun manfaat dari pembuatan makalah ini adalah:
1.      Mahasiswa dapat mengetahui pengertian kerangka karangan.
2.      Mahasiswa dapat mengetahui manfaat pembuatan kerangka karangan.
3.      Mahasiswa dapat mengetahui susunan kerangka karangan.
4.      Mahasiswa dapat mengetahui macam-macam kerangka karangan
5.      Mahasiswa dapat mengetahui syarat dan urutan pembuatan karangan.














BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Kerangka Karangan

Karangan merupakan karya tulis hasil dari kegiatan seseorang untuk mengungkapkan gagasan dan menyampaikanya melalui bahasa tulis kepada pembaca untuk dipahami. Lima jenis karangan yang umum dijumpai dalam keseharian adalah narasi, deskripsi, eksposisi, argumentasi, dan persuasi. Didalam membuat suat karangan tentunya sangat diperlukan penyusunan kerangka karangan agar karangan dapat lebih mudah dibuat dan dikembangkan.

            Kerangka karangan adalah rencana teratur tentang pembagian dan penyusunan gagasan. Kerangka karangan yang belum final di sebut outline sementara sedangkan kerangka karangan yang sudah tersusun rapi dan lengkap disebutoutlinefinal.
Kerangka karangan merupakan suatu rencana kerja yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan atau tulisan yang akan ditulis atau dibahas,susunan sistematis dari pikiran-pikiran utama dan pikiran-pikiran penjelas yang akan menjadi pokok tulisan.
     
          Kerangka karangan merupakan suatu rencana kerja yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan atau tulisan yang akan ditulis atau dibahas, susunan sistematis dari pikiran-pikiran utama dan pikiran-pikiran penjelas yang akan menjadi pokok tulisan, atau dapat juga didefinisikan sebagai satu metode dalam pembuatan karangan yang mana topiknya dipecah kedalam sub-sub topic.



2.2 Manfaat Pembuatan Kerangka Karangan

a.    Untuk menjamin penulisan bersifat konseptual, menyeluruh, dan terarah.
b. Untuk menyusun karangan secara teratur. Kerangka karangan membantu penulis untuk melihat gagasan-gagasan dalam sekilas pandang, sehingga dapat dipastikan apakah susunan dan hubungan timbal-balik antara gagasan-gagasan itu sudah tepat, apakah gagasan-gagasan itu sudah disajikan dengan baik, harmonis dalam perimbangannya.
c.    Memudahkan penulis menciptakan klimaks yang berbeda-beda. Setiap tulisan dikembangkan menuju ke satu klimaks tertentu. Namun sebelum mencapai klimaks dari seluruh karangan itu, terdapat sejumlah bagian yang berbeda-beda kepentingannya terhadap klimaks utama tadi. Tiap bagian juga mempunyai klimaks tersendiri dalam bagiannya. Supaya pembaca dapat terpikat secara terus menerus menuju kepada klimaks utama, maka susunan bagian-bagian harus diatur pula sekian macam sehingga tercapai klimaks yang berbeda-beda yang dapat memikat perhatian pembaca.
d.   Menghindari penggarapan topik dua kali atau lebih. Ada kemungkinan suatu bagian perlu dibicarakan dua kali atau lebih, sesuai kebutuhan tiap bagian dari karangan itu. Namun penggarapan suatu topik sampai dua kali atau lebih tidak perlu, karena hal itu hanya akan membawa efek yang tidak menguntungkan; misalnya, bila penulis tidak sadar betul maka pendapatnya mengenai topik yang sama pada bagian terdahulu berbeda dengan yang diutarakan pada bagian kemudian, atau bahkan bertentangan satu sama lain. Hal yang demikian ini tidak dapat diterima. Di pihak lain menggarap suatu topik lebih dari satu kali hanya membuang waktu, tenaga, dan materi. Kalau memang tidak dapat dihindari maka penulis harus menetapkan pada bagian mana topik tadi akan diuraikan, sedangkan di bagian lain cukup dengan menunjuk kepada bagian tadi.
e. Memudahkan penulis mencari materi pembantu. Dengan mempergunakan rincian-rincian dalam kerangka karangan penulis akan dengan mudah mencari data-data atau fakta-fakta untuk memperjelas atau membuktikan pendapatnya. Atau data dan fakta yang telah dikumpulkan itu akan dipergunakan di bagian manadalamkarangannyaitu.
Bila seorang pembaca kelak menghadapi karangan yang telah siap, ia dapat menyusutkan kembali kepada kerangka karangan yang hakekatnya sama dengan apa yang telah dibuat penggarapnya. Dengan penyusutan ini pembaca akan melihat wujud, gagasan, struktur, serta nilai umum dari karangan itu. Kerangka karangan merupakan miniatur atau prototipe dari sebuah karangan. Dalam bentuk miniatur ini karangan tersebut dapat diteliti, dianalisis, dan dipertimbangkan secara menyelurih, bukan secara terlepas-lepas.

3.1 Susunan Kerangka Karangan
Secara garis besar, pola kerangka karangan dibagi menjadi dua yaitu pola alamiah dan pola logis, berikut akan di jelaskan secara singkat pola susunan kerangka karangan.
1.    Pola Alamiah
Merupakan suatu urutan unit–unit kerangka karangan sesuai dengan keadaan yang nyata di alam. Disebut pola alamiah karena memakai pendekatan berdasarkan faktor alamiah yang esensial. Pola alamiah mengikuti keadaan alam yang berdimensi ruang dan waktu.
Pola alamiah dapat terbagi menjadi 3 yaitu :
a.      Kronologis (waktu)
Urutan yang di dasarkan pada runtunan peristiwa atau tahap-tahap kejadian. Biasanya tulisan seperti ini kurang menarik minat pembaca.
Contohnya :
      1.Topik (riwayat hidup seorang penulis)
2.asal usul penulis
3.pendidikan si penulis
4.kondisi kehidupan penulis
5.keinginan penulis
6.karir penulis
b.     Spasial (ruang)
Landasan yang paling penting, bila topik yang di uraikan mempunyai pertalian yang sangat erat dengan ruang atau tempat . Urutan ini biasanya di gunakan dalam tulisan–tulisan yang bersifat deskriptif .
Contohnya : Topik (hutan yang sering mengalami kebakaran)
· Di daerah Kalimantan
· Di daerah Sulawesi
· Di daerah Sumatra
c.     Topik yang ada
Suatu pola peralihan yang dapat di masukkan dalam pola alamiah adalah urutan berdasarkan topik yang ada . Suatu peristiwa sudah di kenal dengan bagian–bagian tertentu . Untuk menggambarkan hal tersebut secara lengkap, mau tidak mau bagian–bagian itu harus di jelaskan berturut–turut dalam karangan itu, tanpa mempersoalkan bagian mana lebih penting dari lainnya, tanpa memberi tanggapan atas bagian–bagiannya itu.
2.      Pola Logis
Tanggapan yang sesuai dengan jalan pikiran untuk menemukan landasan bagi setiap persoalan, mampu di tuang dalam suatu susunan atau urutan logis . Urutan logis sama sekali tidak ada hubungan dengan suatu ciri yang intern dalam materinya, tetapi erat dengan tanggapan penulis.
Dinamakan pola logis karena memakai pendekatan berdasarkan jalan pikir atau cara pikir manusia yang selalu mengamati sesuatu berdasarkan logika. Pola logis dapat dibagi menjadi 6, yaitu :
a.       Klimaks dan Antiklimaks
Urutan ini timbul sebagai tanggapan penulis yang berpendirian bahwa posisi tertentu dari suatu rangkaian merupakan posisi yang paling tinggi kedudukannya atau yang paling menonjol.
Contoh : Topik (turunnya Suharto)
1. Keresahan masyarakat
2.Merajalela nya praktek KKN
3.Keresahan masyarakat
4.Kerusuhan social
5.Tuntutan reformasi menggema
b.      Kausal
Mencakup dua pola yaitu urutan dari sebab ke akibat dan urutan akibat ke sebab . Pada pola pertama suatu masalah di anggap sebagai sebab, yang kemudian di lanjutkan dengan perincian–perincian yang menelusuri akibat–akibat yang mungkin terjadi. Urutan ini sangat efektif dalam penulisan sejarah atau dalam membicarakan persoalan–persoalan yang di hadapi umat manusia pada umumnya.
Contoh : Topik (krisis moneter melanda tanah air)
1.Tingginya harga bahan pangan
2.Penyebab krisis moneter
3.Dampak terjadi krisis moneter
4.Solusi pemecahan masalah krisis moneter
c.       Pemecahan Masalah
Di mulai dari suatu masalah tertentu, kemudian bergerak menuju kesimpulan umum atau pemecahan atas masalah tersebut . Sekurang-kurangnya uraian yang mempergunakan landasan pemecahan masalah terdiri dari tiga bagian utama, yaitu deskripsi mengenai peristiwa atau persoalan tadi, dan akhirnya alternatif–alternatif untuk jalan keluar dari masalah yang di hadapi tersebut.
Contoh : Topik (virus flu babi / H1N1 dan upaya penanggulangannya)
1. Apa itu virusH1N1
2. Bahaya virus H1N1
3. Cara penanggulangannya
d.      Umum khusus
Dimulai dari pembahasan topik secara menyeluruh (umum), lalu di ikuti dengan pembahasan secara terperinci (khusus).
Contoh : Topik (pengaruh internet)
· Para pangguna internet
1 Anak–anak
2 Remaja
3 Dewasa
· Manfaat internet
1 Media informasi
2 Bisnis
4 Jaringan social
5 Dan lain–lain
e.       Familiaritas
Urutan familiaritas dimulai dengan mengemukakan sesuatu yang sudah di kenal, kemudian berangsur–angsur pindah kepada hal–hal yang kurang di kenal atau belum di kenal. Dalam keadaan–keadaan tertentu cara ini misalnya di terapkan dengan mempergunakan analogi.
f.  Akseptabilitas
Urutan akseptabilitas mirip dengan urutan familiaritas. Bila urutan familiaritas mempersoalkan apakah suatu barang atau hal sudah dikenal atau tidak oleh pembaca, maka urutan akseptabilitas mempersoalkan apakah suatu gagasan di terima atau tidak oleh para pembaca, apakah suatu pendapat di setujui atau tidak oleh para pembaca

4. Macam-Macam Kerangka Karangan
         A.    Berdasar Sifat Rinciannya:
1)      Kerangka Karangan Sementara / Non-formal
Cukup terdiri atas dua tingkat, dengan alasan:
a) Topiknya tidak kompleks
b) Akan segera digarap
2)      Kerangka Karangan Formal:
Terdiri atas tiga tingkat, dengan alasan:
a) Topiknya sangat kompleks
b) Topiknya sederhana, tetapi tidak segera digarap


B.     Berdasar Perumusan Teksnya
1) Kerangka Kalimat
2) Kerangka Topik
3) Gabungan antara Kerangka Kalimat dan Kerangka Topik

5.Syarat dan Urutan Pembuatan Karangan

           Adapun syarat-syarat membuat karangan yang baik dan benar adalah sbb:
 a.  Tesis atau pengungkapan maksud harus jelas.Pilihlah topik yang merupakan hal yang  khas, kemudian tentukan tujuan yang Jelas. Kemudian buatlah tesis atau pengungkapan maksud.
b.      Tiap unit hanya mengandung satu gagasan.
Bila satu unit terdapat lebih dari satu gagasan, maka unit tersebut harus dirinci.
c.      Pokok-pokok dalam kerangka karangan harus disusun secara logis, sehingga rangkaian ide atau pikiran itu tergambar jelas.
d.      Harus menggunakan simbol yang konsisten.
Pada dasarnya untuk menyusun karangan dibutuhkan langkah-langkah awal untuk membentuk kebiasaan teratur dan sistematis yang memudahkan kita dalam mengembangkan karangan.
    Langkah-langkah menyusun karangan satu per satu:
1.      Menentukan tema dan judul
Tema adalah pokok persoalan, permasalahan, atau pokok pembicaraan yang mendasari suatu karangan.
Judul adalah kepala karangan. Misalkan tema cakupannya lebih besar dan menyangkut pada persoalan yang diangkat sedangkan judul lebih pada penjelasan awal (penunjuk singkat) isi karangan yang akan ditulis.
2.      Mengumpulkan bahan 
Bahan yang menjadi bekal dalam menunjukkan eksistensi tulisan, banyak cara mengumpulkannya, masing-masing penulis mempunyai cara masing - masing sesuai juga dengan tujuan tulisannya.
3.      Menyeleksi bahan
Agar tidak terlalu bias dan abstrak, perlu dipilih bahan-bahan yang sesuai dengan tema pembahasan. polanya melalui klarifikasi tingkat urgensi bahan yang telah dikumpulkan dengan teliti dan sistematis.
Berikut ini petunjuk – petunjuknya :
1. Catat hal penting semampunya.
2. Jadikan membaca sebagai kebutuhan.
3. Banyak diskusi, dan mengikuti kegiatan-kegiatan ilmiah.
4.      Membuat kerangka
Kerangka karangan menguraikan tiap topik atau masalah menjadi beberapa bahasan yang lebih fokus dan terukur.
Kerangka karangan belum tentu sama dengan daftar isi, atau uraian per bab. kerangka ini merupakan catatan kecil yang sewaktu-waktu dapat berubah dengan tujuan untuk mencapai tahap yang sempurna.
Berikut fungsi kerangka karangan :
a) Memudahkan pengelolaan susunan karangan agar teratur dan sistematis
b) Memudahkan penulis dalam menguraikan setiap permasalahan
c) Membantu menyeleksi materi yang penting maupun yang tidak penting

Tahapan dalam menyusun kerangka karangan :
a) Mencatat gagasan. Alat yang mudah digunakan adalah pohon pikiran (diagram yang menjelaskan gagasan-gagasan yang timbul).
b) Mengatur urutan gagasan.
c) Memeriksa kembali yang telah diatur dalam bab dan subbab.
d) Membuat kerangka yang terperinci dan lengkap

Kerangka karangan yang baik adalah kerangka yang urut dan logis karena bila terdapat ide yang bersilangan, akan mempersulit proses pengembangan karangan. (karangan tidak mengalir).
5.      Mengembangkan kerangka karangan
Proses pengembangan karangan tergantung sepenuhnya pada penguasaan terhadap materi yang hendak ditulis. jika benar-benar memahami materi dengan baik, permasalahan dapat diangkat dengan kreatif, mengalir dan nyata. 























BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
            Adapun kesimpulan dari pemaparan diatas adalah
1.      Kerangka karangan adalah rencana teratur tentang pembagian dan penyusunan gagasan.
2.      Adapun manfaat pembuatan kerangka karangan adalah:
a.untuk menjamin penulisan bersifat konseptual,menyeluruh,dan terarah.
b. untuk menyusun karangan secara teratur.
c. memudahkan penulis menciptakan klimaks yang berbeda beda.
d. menghindari penggarapan topic dua kali atau lebih.
e. memudahkan penulis mencari materi pembantu.
3.   Adapun pola susunan kerangka karangan adalah:
     1. Pola alamiah
     2. Pola logis
4. syarat-syarat pembuatan karangan yang baik:
     a. jelas pengungkapan maksud
     b. tiap unitmengandung satu agagsan
     c. pokok karangan harus logis
     d. menggunakan symbol yang konsisiten
5.  Langkah penyusunan karangan
     a. menetukan tema
     b. menetukan bahan
     c. membuat kerangka
     d. menyusun kerangka
     e. mengembangkan kerangka
3.2 Saran
       Makalah ini masih banyak memiliki kekurangan sehingga kedepannya diharapkan bisa lebih baik lagi dalam menyusun makalah.























DAFTAR PUSTAKA

Tasai. 2006. Cermat Berbahasa IndonesiaUntuk Perguruan Tinggi. Jakarta : CV Akademika    Pressindo.
              
W. J. S Poerwadarminta. Bahasa Indonesia untuk Karang Mengarang, cetakan ke-2. `1979. Arifin, E. Zaenal dan S.Amran















#precident_physic dkk.









Comments

Popular posts from this blog

contoh soal dan pembahasan tentang kalor

contoh soal dan pembahasan soal gerak parabola

Materi listrik Dinamis